Kamis, 28 April 2011

Penulis " Interview With The Vampire" Anne Rice , Bertobat ^_^

Anne Rice, Menulis Untuk Tuhan


Selama 38 tahun, Anne Rice, penulis buku ternama “Interview With The Vampire”, adalah seorang “ateis yang dibayang-bayangi Kristus”, demikian penuturannya dalam video “I Am Second”. Itulah mengapa novel-novelnya yang bertema vampire, merupakan refleksi akan pergumulannya mengenai bertahan hidup tanpa Tuhan di dunia yang ia ciptakan.
Vampir, kata Rice, merupakan metafora dari orang-orang yang mrerasa dan terbuang dari Allah.
Tak dipungkri, Rice meraih ketenaran dan karyanya dari novel-novel vampirnya, namun di dalam dirinya, ia merasa tidak puas dengan “dunia di mana keselamatan adalah sesuatu yang tidak mungkin”.
“Dan alasan dari ketidakpuasan itu mudah saja: Aku sangat percaya kepada Tuhan,” aku Rice. “Aku tidak saja memercayaiNya tetapi aku juga mencintaiNya, dan aku tidak mengakui hal itu.”
Rice dibesarkan dari keluarga Katolik, tapi mulai menyangkal imanya saat ia berusia 18 tahun—untuk meraih kebebasan dan ilmu pengetahuan.
“Sebagai orang Kristen, waktu itu aku merasa ada begitu banyak larangan… Aku merasa putus asa dan membutuhkan kebebasan,” kenangnya.
Dalam video “I Am Second”, Rice mengatakan ia berulangkali diingatkan bahwa “selama Anda menyangkal Tuhan Anda tak akan pernah mengetahui apa itu peristirahatan. Anda tidak akan pernah mengetahui apa itu kedamaian.
“Anda tidak dapat menyelamatkan diri Anda dengan karya seni, dengan musik, dengan perjalanan, bahkan dengan kekayaan,” tutur Rice. “Setiap usaha yang Anda lakukan untuk menyelamatkan diri pada akhirnya akan menemui kegagalan. Anda menyelematkan diri Anda, atau Tuhan yang akan menyelamatkan Anda saat Anda berpaling padaNya.”
Selama hampir empat dekade menyangkal Yesus, Rice berkata bahwa akhirnya dirinya siap untuk kembali padaNya. Maka, pada tahun 1998, ia pun kembali ke Gereja Katolik.
“Aku menyerahkan keragu-raguanku,” aku Rice. “Aku remuk redam dan tidak sempurna, dan aku memutuskan untuk kembali.”
Keputusannya untuk kembali kepada Kristus telah menubah hidup seorang Anne Rice secara drastis. Bahkan, ia merasa dapat bekerja tanpa harus menggunakan metafora vampir.
“Aku bukan lagi orang yang berada di dalam dunia tanpa Tuhan,” terangnya.
Kini, Rice mengabdikan waktunya untuk menulis buku yang “dipersembahkan langsung kepada Tuhan Yesus Kristus.
“Aku telah berubah dan aku harus melakukan ini,” tegas Rice dengan tekad kuat. “Aku harus menulis untuk Dia,” pungkasnya.
glministry.com 

Dapatkah Orang Kristen Kesurupan?


Ini kisah nyata yang terjadi di sebuah sekolah menengah atas, SMAN 1 Melinting, Lampung. Pada 13 Desember 2008, saat proses belajar-mengajar sedang berlangsung, mendadak Wati, Ria, dan Siti mengalami kesurupan. Keesokan harinya, lagi-lagi Ria dan Siti mengalami kejadian itu. Dan, hari berikutnya, fenomena ini bahkan juga dialami oleh siswa-siswa lainnya.
Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Melinting,  Rozali Anang, peristiwa itu kerap terjadi. “Kesurupan hampir terjadi setiap tahunnya, sampai saat ini belum ada solusi yang tepat  untuk mengatasi hal itu,” akunya. Padahal, sekolah tersebut mempunyai tradisi berdoa dan membaca ayat kursi sebelum memulai proses belajar.
Belakangan, beredar kabar bahwa sebagian lahan kompleks sekolah itu merupakan bekas kuburan, yang diyakini menyebabkan maraknya kejadian kesurupan di sekolah tersebut. Benarkah demikian?
Kesurupan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi 1989 yakni ‘kemasukan (setan, roh)’. Artinya, orang yang sedang kesurupan kehilangan kesadaran atau kendali atas tubuh dan pikirannya, lantaran tengah dikuasai setan.
Seseorang rentan terhadap peristiwa kesurupan apabila belum mengalami lahir baru—orang yang belum hidup di dalam Kristus, maka ada di bawah kuasa iblis—dan memiliki hubungan yang ‘dekat’ dengan iblis. Ya, hubungan manusia dan iblis dapat kian dekat melalui pelbagai medium seperti okultisme atau pemujaan ‘terselubung’ bahkan terang-terangan kepada setan.
Tetapi, orang Kristen yang sungguh-sungguh juga dapat terserang kesurupan apabila belum dilepaskan dari kutuk nenek moyang. Mengapa? Seseorang yang berada di bawah kutukan nenek moyang, maka masih berada di dalam kekuasaan setan. Oleh sebab itu, pastikan Anda bebas dari kutuk nenek moyang dengan meminta hamba Tuhan untuk berdoa pelepasan (kutuk nenek moyang). Atau, Anda juga dapat mendeklarasikan pernyataan iman bahwa Anda terlepas dari kutuk nenek moyang dengan kuasa nama Yesus.
Bagaimana pun, Anda memiliki kuasa untuk mengalahkan kuasa setan, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.“ (Lukas 10:19)
Kesurupan juga dapat menimpa anak Tuhan yang tengah jatuh ke dalam dosa. Sebab, seseorang yang berbuat dosa dan jauh dari Tuhan, notabene berada di luar jangkauan  kasih Tuhan. Perhatikan ayat berikut: “Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1)

Selain dari dua alasan di atas, adanya kekecewaan yang tidak diselesaikan sehingga berkembang menjadi kepahitan atau luka batin, dapat dimanfaatkan iblis untuk menguasai diri seseorang. Sebab, seseorang yang memiliki luka batin, tentu masih menyimpan kebencian. Padahal, Bapa tidak mungkin mengampuni kesalahan seseorang sebelum ia mengampuni orang lain (Matius 6:14). Artinya, seseorang yang masih menyimpan kebencian terhadap orang lain, tetap berdosa meski sudah meminta pengampunan dari Tuhan.
source : glminstry.com

POLIGAMI

Poligami Dalam Alkitab


Poligami dalam terminologi antopologi sosial, merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau isteri sekaligus pada suatu saat (berlawanan dengan monogami, di mana seseorang hanya memiliki satu suami atau isteri pada saat bersamaan.
Ada tiga bentuk poligami: Poligini (seorang pria memiliki beberapa isteri sekaligus), poliandri (seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahan kelompok yakni kombinasi poligini dan poliandri.
Dalam konteks agama, Islam adalah salah satu agama yang memperbolehkan praktek poligami—meski sebagian penganut Islam berpendapat bahwa ajaran poligami muskil diterapkan lantaran pelakunya harus dapat bersikap adil kepada isteri-isterinya.  Ada juga yang berpendapat bahwa ayat Al-Quran mengenai poligami lahir karena latar belakang dunia Arab yang penuh dengan gairah nafsu dan perang bersekinambungan, sehingga jumlah wanita melebihi laki-laki. Akibatnya, banyak janda yang kemudian diperistri orang lain yang saat itu sudah memiliki isteri—demi alasan sosial dan ekonomi.
Bagi pendukung poligami, bentuk pernikahan semacam ini adalah alternatif yang lebih baik dibanding berzinah—khususnya bagi mereka yang memiliki hasrat seksual berlebih.
Kekristenan dengan tegas melarang praktek poligami. Alkitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa Allah menciptakan satu pria (Adam) dan satu wanita (Hawa) untuk melahirkan keturunan.
Meski demikian, Alkitab dengan jujur menceritakan adanya perilaku poligami seperti yang dilakukan oleh Lamech—anak Kain. Perlu diingat bahwa Kain adalah anak Adam yang melakukan dosa karena membunuh saudaranya, Habel. Ini berarti, perilaku poligami terjadi sejalan dengan penolakan manusia akan firman Allah.
Alkitab dengan gamblang juga menceritakan dampak negatif dari poligami; permusuhan keturunan Lut yang lahir dari poligami Lut dengan kedua putrinya; permusuhan berkelanjutan keturunan Amon dan Moab; persaingan dan peperangan di antara keturunan Yakub; keturunan Abraham yakni dari Ishak ( dari Sarah) dan Ismael (Hagar) yang hingga menjadi musuh bebuyutan yang melibatkan dua bangsa, Yahudi dan Arab, dalam konflik yang tak kunjung berakhir.
Sejatinya ajaran Yesus dan para rasul juga mengarah kepada monogami dengan mengacu pada penciptaan Adam dan Hawa, dan perjodohan yang merupakan pembentukan satu kesatuan daging yang melibatkan hanya dua pihak. Dengan demikian, kawin lagi berarti menceraikan yang pertama, dan ini disebut Yesus sebagai perzinahan (Matius 19:3-9).
Rasul Paulus juga menyebutkan perkawinan sebagai hubngan monogami yang mencerminkan kesatuan umat dengan Tuhan yang esa. Poligami dan perceraian adalah percabulan dan karena umat adalah rumah Roh Kudus, maka kita harus memuliakan Allah dengan tubuh kita (1 Korintus 6:12–7:16). Lebih lanjut, rasul Paulus menggambarkan pernikahan suami-isteri sebagai bersifat monogami mengacu pada hubungan Kristus dengan jemaat, dan kasih dan hormat merupakan penyatu dan dasar kehidupan suami-isteri (Efesus 5:22-33), dan ditengah budaya dimana ada orang-orang berpoligami dan ada orang-orang bertobat yang semasa kafir berpoligami, para pemimpin jemaat diharuskan menjadi teladan dengan beristeri satu saja (1 Timotius 3:2).
Source : glministry.com

Menemukan Sahabat Sejati

Bagaimana Menemukan Sahabat Sejati?


Persahabatan umumnya bermula saat kita bertemua dengan orang lain yang memiliki kesamaan minat, gaya hidup, cita-cita dan lain-lain. Selain itu, sahabat biasanya juga memiliki daya tarik yang membuat kita senang menghabiskan waktu bersama dirinya, baik dalam suka dan duka. Di dalam persahabatan, juga ada kebiasaan saling memberi dan menerima.
Di dalam kitab Amsal tertulis, bahwa hubungan persahabatan dapat mempengaruhi katakter kita. Mudahnya, apabila kita bersahabat dengan orang pemalas, kita pun terpengaruh dengan kebiasaan buruknya itu. Sebaliknya, apabila kita bergaul dengan orang yang berwawasan luas, kita bisa menjadi pintar walau aslinya otak kita pas-pasan, he… he… he…
Perjumpaan dengan seorang sahabat sejati, tentu membutuhkan upaya yang tidak main-main. Jika diibaratkan, bagai mencari baju yang terbaikl di antara tumpukan baju yang sedang diobral, dan umumnya kurang baik mutunya. Ada adagium, jangan memilih-milih teman, tapi ini tidak berlaku dalam persahabatan. Seorang sahabat, sedikit banyak akan mempengaruhi dan mewarnai kehidupan kita.
Karena itu, jangan ragu untuk melihat bibit, bebet, dan bobot seorang teman yang bakal menjadi sahabat kita. Kemudian, apabila kandidat sahabat tersebut sudah memenuhi kriteria bibit, bebet, dan bobot, langkah berikutnya adalah mengetahui potensi kelanggengan hubungan kita dan sahabat, melalui hal-hal berikut:

1.Sahabat yang sejati, bersedia untuk tidak sekadar menerima pemberian kita, tetapi juga memberi saat kita membutuhkan. Ia mau berjalan bersama. Sama-sama tertawa saat kita gembira, dan sebaliknya, mau ikut bermuram durja saat kita sedang sengsara. Sahabat, juga akan membuat kita lebih maju dalam studi, pelayanan, dan lain-lain. Artinya, ada pengaruh positif yang diberikan sahabat kepada kita.

2.Kita dan sahabat juga harus saling menerima apa adanya. Ini termasuk status ekonomi, ras atau suku, pendidikan, bahkan agama sekali pun. Untuk menguji ini, perhatikan sikap sahabat pada saat kita melakukan kesalahan dan membuatnya marah. Jika ia bersedia memaafkan dan tetap melanjutkan persahabatan, bisa jadi dia memang sahabat kita!

3.Seorang sahabat tidak hanya melulu menyenangkan hati. Ia juga tidak segan-segan memberi teguran apabila kita melakukan kesalahan. Ini karena ia tidak ingin sahabatnya jatuh ke dalam dosa. Tapi, sahabat yang baik tidak akan menegor dengan sewenang-wenang, melainkan dengan sopan dan dilakukan atas dasar kasih.

4.Sahabat yang baik, berarti bisa dapat dipercaya, menguasai diri, dan tidak akan membuka aib termasuk berkomitmen untuk menjaga reputasi sahabatnya. Ini berarti dia tidak akan membuka rahasia pribadi sahabatnya demi keuntungan pribadi. Malahan, dia akan menutupi kesalahan sahabatnya itu, dengan terlebih dulu memastikan bahwa si sahabat sudah menyadari kesalahannya tersebut.

5.Terakhir, kita bisa menilai kesejatian sahabat, dari kesediannya untuk berkorban bagi kita, tidak hanya materi tapi juga batin. Perhatikan hubungan Yonatan dan Daud, di mana Yonatan mempertaruhkan nyawanya di hadapan ayahnya (Saul) untuk keselamatan Daud. Juga Daud, yang usai menduduki tahta Israel, memenuhi komitmennya dengan merawat Mefibosyet, anak dari Yonatan.

source : glministry.com

KIAMAT 2012 (PART III)

Suku Maya dan Kiamat 2012 III


Meski tidak mungkin bagi kita untuk mengetahui persisnya Hari Kiamat, Alkitab telah memberikan tanda-tanda kapan hari itu tiba:  “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.  
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. (2 Petrus 3:8-12)

Yesus sendiri dengan gamblang mengatakan bahwa permulaan hari kiamat akan ditandai :
- dengan maraknya penyesatan di mana banyak orang akan datang dengan nama Yesus dan berkata bahwa merekalah mesias;
- ada banyak deru perang atau kabar-kabar tentang perang;
- akaN nada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat;
- orang Kristen akan diserahkan untuk disiksa dan dibunuh, dan banyak di antara mereka akan menjadi murtad;
- banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang;
- kedurhakaan akan semakin bertambah sehingga kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin;
- dan, Injil Kerajaan akan diberitakan ke seluruh dunia. (Baca Matius 24:1-28)

Guys, mungkin kamu bertanya-tanya apa saja yang perlu kamu lakukan untuk menyambut datangnya Hari Kiamat atau kedatangan Yesus? Untungnya Rasul Paulus memberi tuntunan yang jelas dalam 2 Tesalonika 3: 1-15, yang menyiratkan tiga hal yang pantang kamu lakukan
yakni
                 *  hidup seenaknya, bermalas-malasan, dan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.*

Nggak bisa dipungkiri, mungkin ada di antara kamu yang merasa cemas akan datangnya Hari Kiamat. Kalau kamu sudah menerima dan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, apa yang perlu kamu cemaskan? Justru, kamu harus menjalani hari-hari menjelang kiamat dengan sukacita, karena kamu tahu Siapa yang bakal kamu temui dan Apa yang bakal kamu dapatkan sesudah bumi ini berlalu: “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Timotius 4:8)
source : glministry.com

Suku Maya dan Kiamat 2012 II


Memang, dalam perhitungannya, bangsa Maya tidak menyinggung mengenai penyebab peradaban kali ini berakhir. Namun, beberapa ilmuwan yakin bahwa penyebab dari berakhirnya peradaban manusia adalah peristiwa kosmis di mana sebuah planet bernama Nibiru akan menghancurkan Planet Bumi.
Pada tahun 1976, sebuah buku kontroversial berjudul “The Twelfth Planet” atau “Planet Keduabelas” ditulis oleh Zecharian Sitchin, hasil dari terjemahan tulisan-tulisan kuno Sumeria yang berbentuk baji (bentuk tulisan yang diketahui paling kuno).

Tulisan berumur 6000 tahun ini mengungkapkan bahwa ras alien yang dikenal sebagai Anunnaki dari Planet yang disebut Nibiru, mendarat di Bumi. Ringkas cerita, Anunnaki memodifikasi gen primata di Bumi untuk menciptakan homo sapien sebagai budak mereka. Ketika Anunnaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan manusia Bumi hingga saatnya mereka kembali nanti.
Semua ini mungkin tampak sedikit fantastis dan tak masuk akal, apalagi ini merupakan terjemahan harafiah dari tulisan kuno berumur 6000 tahun. Itulah mengapa karya Sitchin ini telah diabaikan oleh komunitas ilmiah sebagaimana metode interpretasinya yang dianggap imajinatif.
Meskipun demikian, banyak juga yang mendengar Sitchin dan meyakini bahwa Nibiru (dengan orbitnya yang sangat eksentrik dalam mengelilingi Matahari) akan kembali, mungkin pada tahun 2012 untuk menyebabkan semua kehancuran dan teror-teror di Bumi ini. Dari “penemuan” astronomis yang meragukan inilah hipotesa Kiamat 2012 Planet Nibiru didasarkan.
Selain itu, ada pula yang beranggapan bahwa pada tahun 2012, akan terjadi badai matahari—sebuah siklus ledakan yang besar yang melemparkan partikel-partikel magnetik.
Menurut catatan, Badai Matahari menyerang Bumi pada Maret 1989 dan dicatat sebagai siklus yang ke-22 dari aktivitas matahari, badai tahun tersebut pernah mematikan listrik satu negara di Kanada akibat medan magnet yang melonjak. Siklus ke-23 telah terjadi pada tahun 2000, sementara siklus ke-24 diperkirakan akan terjadi pada tahun 2011.

Di Indonesia sendiri, jagad ramal-meramal dihebohkan oleh pernyataan seorang cenayang yang mengaku hanya bisa “menerawang” hingga tahun 2012.
Apa kata Alkitab mengenai kiamat?  “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32)
Itulah mengapa “secanggih” apapun ramalan mengenai apa dan bagaimana kiamat yang akan terjadi nanti, sebagai orang Kristen kita tidak boleh meyakini ramalan tersebut lantaran Alkitab dengan gamblang mengatakan bahwa hanya Allah yang mengetahui kapan peradaban manusia akan berakhir.

source: glministry.com

KIAMAT 2012 ( PART 1)

Suku Maya dan Kiamat 2012 I


Buat kamu yang hobi nonton bioskop, tentu sudah menyaksikan cuplikan film “2012” yang berkisah mengenai ramalan Suku Maya mengenai kiamat yang terjadi pada tahun 2012.
Dalam film garapan sutradara Roland Emmerich itu, digambarkan Patung Sang Kristus Sang Penebus yang berdiri kokoh di Rio de Janerio, Brasil, hancur berkeping-keping; ada pula adegan hujan meteor yang disusul dengan gempa yang mengguncang hebat, meluluhlantakkan Gereja Santo Petrus di Vatikan.
Sebetulnya apa sih isi ramalan Suku Maya yang menghebohkan itu?
Well, Suku Maya sendirinya sejatinya sudah punah sejak lama dari muka bumi—dan sampai sekarang belum diketahui dengan pasti penyebab kepunahan mereka. Itulah mengapa selain tersohor, mereka juga dikenal sebagai suku yang paling misterius di dunia.
Dari warisan mereka, seperti bangunan kuil dan piramidnya yang megah, batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius, kita dapat mengetahui bahwa Suku Maya memiliki kebudayaan tinggi, termasuk ramalannya yang menghebohkan itu.
Syahdan, menurut Suku Maya, Planet Bumi akan dimurnikan pada periode 1992-2012, di mana peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan masuk ke dalam peradaban baru.
Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya yang berdiam di wilayah selatan Meksiko ini, bagaikan turun dari langit: mengalami zaman yang cemerlang kemudian lenyap secara misterius. Mereka disebut-sebut menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi.
Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles, meneliti ramalan Suku Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu—menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.
Menurut penanggalan Maya, sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami “The Great Cycle” (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan Bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun Bumi. Dengan kata lain, kalau Bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.
Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan berubah secara total, yang dikenal sebagai penyelarasan galaksi (Galactic Synchronization).
Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap yang kemudian setiap tahapnya dibagi lagi menjadi 20 evolusi.  Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar— bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini, Bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, Bumi akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
Pada 31 Desember 2012, diramalkan akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya saat musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas Bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” bagi umat manusia.

Source : glministry.com

Rabu, 27 April 2011

Hiduplah Untuk Memberi

                   Memberi semakin diberkati 

Di zaman yang serba sulit ini, banyak manusia dibutakan oleh sikap serakah dan egoismenya. Keinginan untuk mnyenangkan dirinya sendiri selalu diutamakan daripada meringankan beban orang lain, apalagi untuk menyenangkan hati orang lain. Bahkan kebanyakan kita hanya senang menerima , tapi merasa enggan untuk berbagi dengan sesama.


Allah adalah pribadi yang memintamu untuk memberi. Jika ada diantaramu yang beranggapan bahwa hartamu berkurang ketika memberi , itu SALAH BESAR!! Memberi adalah KEUNTUNGAN BAGIMU !Sebab Allah memberi kepada orang-orang yang Memberi. Semakin banyak kamu memberi, semakin banyak pula Allah membalasmu.
Pemazmur pernah berkata , " Barang siapa memberi kepada orang lemah, maka ia memiutangi Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu"

Keuntungan-Keuntungan Memberi :
1. Kamu akan membuat suatu penanaman modal yang terbaik yang pernah ada. 
     Alkitab mengatakan bahwa MEMBERI = MENGUMPULKAN HARTA DI SORGA. disana tidak ada   pencuri, kebakaran, ngengat karat atau kebangkrutan. (Matius 6 :19-20)   .    Memberi bukanlah suatu investasi tanpa resiko, tapi keuntungannya Gedhe banget. Sebab Allah menjanjikan kamu akan dibalas dengan berlimpah. Maleakhi 3: 10-11
(10) Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
(11) Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
                   hAL ini tidak berarti bahwa jika kamu adlah seorang pemberi , maka kamu tidak usah bayar uang kos, bayar pajak listrik, atau kesulitan lainnya. Tapi Alkitab sungguh menunjukkan bahwa kepada pemberi-pemberi akan diberikan PerLinDungan KHusuS.


2. Kamu akan Mempunyai Hati yang Benar di Dunia Ini.
    aPAKAH kamu mempunyai hati yang lebih memperhatikan apa Yang diperhatikan ALLAH ???? yESUS berkata ," Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada " ( Mat 6:21). Jika kamu menyerahkan uangmu kepada Allah, hatimu akan terpusat pada ALLAH. Menyerahkan disini juga berarti membiarkan campur tangan Allah dalam megelola keuangan kita.

3. Kamu akan bertumbuh Secara ROHANI
    dENgan tidak merisaukan masalah keuangan dan bagaimana kamu dpat memenuhi keperluanmu. Lakukan apa yang harus kamu lakukan , seperti kewajiban PERPULUHAN. INgat, ALLAH telah memberimu perasaan damai tentang keadaan keuanganmu. SEbab IA memeliharamu.   Allah membalas ORang yang membri  dalam segi keuangan untuk Pemberian mereka. Sekarang keadaan merela lebih baik dengan pemasukkan 90% daripada sebelumnya ketika pemasukan mereka masih 100 %. Terlebih lagi, ALLAH telah memberikan mereka suatu penyERAHAN DIRI PENUH dan kepercayaan yang sungguh-sungguh kepadaNYA.

4. kAMU akan disAMBUT di SORGA (  iNJIL Lukas 16 :9) 

5. Kamu tidak akan BERHUTANG 
(24) Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
(25) Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
amsal 11:24 .
Kita hidup dalam dunia yang bersemboyan , " Berhematlah dan Kamu akan Berkecukupan",   tetapi dalam PEREKONOMIAN ALLAH ,standar prosedur operasinya ialah "BERILAH, MAKA KAMU AKAN DIBERI" .   banyak orang telah mengalaminya berkali-kali . Hukum TABUR - TUAI. 

6. ALLAH akan menjadikanmu  BERHASIL dalam semua hal yang engkau lakukan
    Ulangan 15 : 10
(10) Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.
Memberi adalah cara untuk mendapatkan berkat Allah untuk semua hal yang kau lakukan. Maka BEKERJASAMALAH dengan ALLAH , dan cara yang baik untuk melakukannya ialah dengan memberi.

 7. Kamu akan Memiliki suatu iman yang Hidup dan Bertumbuh. 
Iman memerlukan perbuatan untuk tetap hidup. Bank Sorga memerlukan suatu deposito sebelum mengembalikan bunga kepadamu. Dan Memberi adalah cara untuk membuat Deposito itu.   Ini adalah pengalaman nyata dari rekan penulis buku ini, Paul.
        Paul masih kuliah semester 6 di Univ.Nebraska. Ia memperhitungkan keuangnnya ,kemudian menceritakan pengalamannya kepada penulis buku ini, Russ Johnston.
"Kau tahu, Russ? Aku memperhitungkan berapa ongkos sekolahku setaun- uang kuliah, buku, dan lainnya- dan aku memiliki ongkos yang cukup. Tapi masalahnya aku juga menjanjikan untuk memberi 125 dolar kepada para pengabar injil . Kelihatannya jika aku memberikan uang itu, aku tidak dapat menyelesaikan kuliahku tahun itu. Tetapi aku telah memutuskan untuk memberi 125 dolar itu dan PERCAYA pada ALLAH bahwa Ia akan memeliharaku"
       Paul memberikan uang itu ,dan dalam beberapa minggu Russ mendapat panggilan telepon.
" Akhir minggu ini aku ada di rumah sedang menolong ayahku untuk menjual seekor kuda dan pelananya. Ia berkata kepadaku dan kakakku bahwa Ia akan membagi dua hasil penjualan kuda dan pelana itu. Dan bagianku 120 dOLAr !"
        Russ tidak menanyakan Paul bagaimana Allah menyediakan 5 Dolar lagi, tetapi Russ tidak perlu menanyakan sebab Allah pasti memberinya.
        Sungguh menggembirakan mellihat bagiamana Allah sudah memenuhi kebutuhan Paul, tetapi lebih menggembirakan lagi melihat IMAN paul berTUMBUH sebagai suatu hasil darii pengalaman percaya kepada Allah ini.  Dengan MEMBERI = IMAN BERTUMBUH . 


Jadi TEman-teman semuanya, saya harap wawasan kalian bertambah setelah membaca ini.  Hiduplah untuk Memberi, jangan hanya Menerima saja !   TuhaN YESUS memberkati kalian semua.    ^_^ 
SALAM SEMANGAT....  SALAM KASIH. 
T1N4

Disarikan dari buku God Can Make It Happen , karya Russ Johnston dan Maureen Rank , dengan pengubahan seperlunya

Selasa, 26 April 2011

Belajar Dari Tokoh Besar

Mengintip Bach, Beethoven, Mozart...


Dengan rasa kagum sejarah mengabadikan nama komponis-komponis agung seperti Bach, Handel, Haydn, Mozart, Beethoven, Schubert dan lain-lain. Mereka adalah jenius yang menghasilkan musik yang memberi rasa indah kepada hati umat untuk berabad-abad lamanya. Mungkin kita menduga bahwa sebagai jenius mereka dengan mudah menghasilkan karya-karya besar. Dugaan itu keliru. Karya mereka bukan lahir begitu saja, melainkan melalui banyak pergumulan belajar dan berdoa. Marilah kita mengintip pergumulan mereka.

JOHANN SABASTIAN BACH (1685-1750) sudah menjadi yatim piatu pada usia sembilan tahun, justru pada saat ia belajar mengembangkan minatnya pada musik. Tetapi Bach berkemauan keras. Ia membaca buku hanya dengan sinar bulan yang masuk ke jendela kamarnya. Ia tidak segan berjalan kaki sejauh puluhan bahkan ratusan kilometer selama berhari-hari untuk bisa mendegarkan konser organ. Sebelum mengarah sebuah lagu, lama Bach berdiam diri ... lalu di kertas kosong yang akan digunakannya ia menulis : J.J. (Jesu Juva, artinya Yesus, tolonglah saya) Kemudian kalau sudah selesai pada bagian akhir kertas itu Bach menulis : S.D.G. (Soli Deo Gloria, artinya Kemuliaan bagi Allah). Bach mengagumi Daud yang memberikan tempat yang penting pada nyanyian dan musik dalam ibadah. Dalam Alkitabnya, di bawah 1 Tawarikh 25, Bach mencatat :"Musik adalah buah Roh Kudus." Bach juga sangat terkesan pada 2 Tawarikh 5:13-14 "Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya ... Pada ketika itu rumah Tuhan dipenuhi awan ... kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Allah."

GEORGE FREDERIC HANDEL (1685-1759) mempunyai cara lain dalam pergumulan mencari ilham. Untuk mengarang sebuah oratorium Handel mengurung diri selama berhari-hari di kamarnya. Ia tidak mau bertemu dengan siapapun. Pada suatu hari ia pernah keluar dari kamarnya memegang kertas-kertas berisi karyanya sambil menangis dan berteriak, "Saya telah melihat sorga, saya telah melihat Tuhan!"

FRANZ JOSEPH HAYDN (1732-1809) lahir dalam keluarga miskin di desa di pedalaman Austria. Ia mencari nafkah dengan jalan menjadi pemain biola di depan restoran. Baru kemudian hari ia bekerja sebagai musikus di rumah-rumah bangsawan. Haydn dijuluki "Bapak segala simfoni", sebab ia mengarang begitu banyak simfoni. Sebelum ia mengarang suatu simfoni, ia lebih dulu bertelut di depan pianonya dan meneduhkan diri. Ia pernah menjelaskan, "Dalam keteduhan seperti itulah saya meminta bakat yang diperlukan untuk bisa memuliakan Tuhan dengan pantas."

WOLFGANG AMADEUS MOZART (1756-1791) belajar piano pada usia empat tahun, dan pada usia enam tahun ia sudah bermain konser. Segala sesuatu berjalan begitu cepat dalam hidup Mozart. Ia melejit ke atas sebagai pemusik yang paling populer di Austria. Banyak orang jadi penggemarnya, tetapi banyak juga yang membenci dan iri kepadanya. Pernah Mozart menulis kepada ayahnya, "Papa jangan khawatir, saya dipelihara Tuhan. Saya sering takut Tuhan marah ..., tetapi saya merasakan kemurahan hati dan kelemah-lembutan Tuhan." Mungkin karena merasakan kemurahan Tuhan, maka Mozart bermurah hati kepada banyak orang. Ketika rekannya sakit, Mozart menggantikan kawannya untuk menyelesaikan karyanya, lalu seluruh pembayaran untuk karya itu diserahkan kepada kawannya. Mozart meninggal pada usia 35 tahun dalam keadaan yang mengenaskan. Untuk membeli peti jenazah pun tidak tersedia uang.

LUDWIG VON BEETHOVEN (1770-1827) terserang penyakit telinga menjelang usia 30 tahun, lalu ia menjadi tuli secara total. Bayangkan bagaimana terpukulnya seorang komponis lagu kalau ia menjadi tuli. Dalam kesedihannya ia menulis, "Aku merasa sepi, sangat sepi. Tetapi aku merasa Tuhan dekat." Beethoven banyak membaca buku renungan. Buku kegemarannya adalah Imitatio Christi (artinya: Meniru Kristus) karangan Thomas a Kempis. Walaupun Beethoven tuli, namun ia tetap produktif sepanjang hidupnya dengan menghasilkan begitu banyak simfoni, oratorio, opera dan sonata piano yang menakjubkan. Salah satu warisannya adalah nyanyian "Kami Puji Dengan Riang" di Kidung Jemaat, no. 3.

FRANZ PETER SCHUBERT (1797-1828) lahir dalam keluarga guru sekolah dasar yang miskin. Untuk mengarang lagu ia tidak mampu membeli kertas, sehingga ia menulis di kertas bekas. Schubert meninggal dalam usia 32 tahun karena wabah typhus yang melanda perkampungan kumuh di kota Wina tempat ia tinggal. Dalam catatannya ia menulis : "Ketika saya menciptakan musik, saya beribadah kepada Tuhan, dan saya menciptakan musik supaya orang beribadah kepada Tuhan." 

Tulisan di atas bukan bermaksud untuk mengatakan bahwa komponis-komponis besar itu orang-orang sempurna. Mereka manusia biasa dengan sifat buruknya masing-masing. Misalnya, Handel dikenal sebagai orang yang suka mengumpat dan memaki. Mozart kurang dewasa dalam kepribadiannya dan suka memboroskan uang untuk berfoya-foya. Beethoven gampang naik darah, sehingga ia pernah melemparkan makanan di piring ke wajah seorang pramusaji restoran hanya karena makanan itu tidak sesuai dengan yang dia pesan. Yang mau dicatat di sini adalah bahwa orang-orang jenius itu dengan rendah hati mencari Tuhan sebagai sumber ilham. Mereka merasakan kedekatan dan keakraban dengan Tuhan sebagai saat-saat yang mengilhami karya musik mereka. Mereka mengaku bahwa bakat mereka adalah pemberian Tuhan dan adalah pantulan kemuliaan Tuhan, karena itu untuk kemuliaan Tuhan jugalah mereka mempersembahkan karya mereka yang agung itu. Kata dan nada yang lahir dari jari mereka adalah sentuhan tangan Tuhan. Ilham yang mereka peroleh adalah percikan Roh Tuhan.
Sumber: Wiempy

Prinsip-Prinsip Dalam Berdoa

Prinsip-Prinsip Dalam Berdoa



Di bawah ini akan dibahas mengenai prinsip-prinsip dalam berdoa.
1. Syarat-syarat Allah menjawab doa:

      a. Merendahkan diri
      b. Berbalik dari jalan2 kita yang jahat
      c. Bersimpatilah
      d. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan
     e. Doakanlah kebahagian, kesejahteraan dan perlindungan bagi mereka yang menentang dan melawan kita
     f. Mengasihi, berbelas kasihan dan sopan.

2. Pengajaran-pengajaran lain tentang doa:

a. Pengajaran Yudas (Yudas 1:20-21 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal).
Pengajaran Yudas berarti membangun diri kita sendiri di atas dasar iman kita yang paling suci dan kita harus selalu berdoa kepada Tuhan.

b. Pengajaran Yakobus (Yak 5:13-16 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! 5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan
minyak dalam nama Tuhan. 5:15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya).
Pengajaran Yakobus berarti jika ada seseorang yang menderita baiklah dia berdoa bagi orang itu, jika ada orang sakit baiklah kita memanggilkan penatua untuk mendoakannya supaya didoakan dalam nama Tuhan dan menjadi sembuh. Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit dan hendaklah kita saling
mendoakan.

c. Pengajaran Paulus (Ef 1:16-19 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya). Pengajaran Paulus mengajarkan kepada kita bagaimana kita berdoa dan apa yang harus didoakan oleh orang benar yaitu agar Allah memberikan roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

d. Pengajaran Yohanes (3 Yoh 1:2 Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja).
Pengajaran Yohanes berarti doa yang berbicara mengenai 3 area hidup kita yaitu secara rohani, fisik, dan materi.

e. Pengajaran Petrus (1 Pet 3:1-7) Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, (3:2) jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. (3:3)
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, (3:4) tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan
tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. (3:5) Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, (3:6) sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan
kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
(3:7) Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. Pengajaran Petrus mengajarkan tentang hubungan antara anggota keluarga untuk saling menghormati dan tunduk agar tidak menghalangi doa2 kita.

3. Doa iman
Doa iman adalah doa yang lahir dari rhema Firman Tuhan dan kita mendeklarasikan atau menyatakan pewahyuan yang Tuhan taruh/berikan dan didalam doa iman ini kita harus percaya di dalam hati kita dan percaya bahwa kita telah menerima apa yang kita doakan.

4. Bagaimana mendoakan doa iman.
Pelajari janji-janji Allah di dalam Firman Tuhan/alkitab untuk diri kita.
Setelah yakin akan janji Allah, yang kita perlukan adalah benar/hidup benar
dan ucapkanlah doa itu dengan perkataan/mendeklarasikan.
Pada saat pikiran yang meragukan menyerang kita, ucapkanlah dan akuilah
janji-janji Allah dan mengucapkan syukur kepada Allah, bahwa doa kita itu
sudah digenapi. Tetap teguh dan kokoh maka doa kita pasti digenapi.

5. Empat langkah dalam berdoa syafaat.
a. Berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang
Menyingkirkan otoritas yang membuat orang jauh untuk datang kehadirat
Allah.
b. Persiapkan jalan bagi umat; bukalah jalan raya
Persiapkanlah jalan bagi umat-Nya untuk datang kepada Allah melalui
keselamatan dengan membangun jalan raya di dalam roh.
c. Singkirkan batu-batu
Mendoakan agar dijauhkan dari penghalang2 yang mencoba
menghalangi orang datang kepada Allah seperti,
ketidaklayakan (perasaan bersalah), ketakutan.
d. Tegakkanlah suatu standar
Membagikan Firman Tuhan kepada orang-orang yang didoakan.

Sumber  : wiemphy ,  http://artikel.sabda.org/

Kamis, 14 April 2011

Yesusku Penyembuhku

Pengalaman Pribadiku :

Saudara-saudara yang terkasih, saat ini aku akan membagikan suatu kisah sederhana , tapi aku berharap membawa dampak luar biasa bagi hidupmu. Suatu kejadian yang aku alami bersama Tuhan Yesus.
Aku adalah sosok yang biasa berkawan dengan siapa saja. Aku seperti gadis belia pada umumnya, keluargaku baik-baiik saja. Aku bersyukur memiliki kehidupan yang tidak berkekurangan, memiliki keluarga , teman-teman yang baik , juga memilliki keunikan yang membuat orang-orang di sekitarku bisa tertawa.

Tapi sebenarnya, aku memiliki suatu kelainan, aku sendiri juga tidak mengerti mau menyebutnya apa ? Sejenis penyakit. Dimana bibirku sering kering dan pecah-pecah. Mungkin bagi kalian ini biasa, tapi keadaanku sangat berbeda dengan yang dialami orang pada umumnya. Setiap hari ada saja permukaan kulit bibirku yang terkelupas. Terkadang sering membuat orang yang melihatnya merasa ngeri dan kasihan padaku. Permukaan kulit yang kering dan hampir mengelupas itu aku biarkan saja, karena jika aku paksa mencabutnya pasti terasa sakit bukan? 

Mulanya aku berpikir karena kurang cairan atau kurang vitamin C. Tapi keadaanku yang demikian tidak kunjung berubah.  Meski begitu aku tidak mudah menyerah. Aku berobat ke berbagai dokter. Mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis.
Ketika aku berobat ke dokter spesialis penyakit kulit,dimana dokter ini cukup terkenal hebat sebagai dokter kulit di kotaku.  Setelah beberapa kali kunjungan (check) dan memakai obat yang diberikan . Keadaanku tidak banyak berubah, malah makin parah.
Beliau tidak bisa berbuat apa-apa. Malahan beliau berkata ," Penyakit ini tidak bisa disembuhin " .  Ahhhh.. aku jadi putus asa mendengarnya.

Aku mencoba berobat ke Dokter spesialis kulit di kota lain. Aku pergi berobat ke RS yang tergolong terkenal karena kebanyakan dokternya adalah dosen-dosen di universitas ternama. Oleh dokter ahli disana , aku dianjurkan memakai salep tertentu. Berbagai obat maupun salep sudah ku pakai. Tetapi, tidak ada perubahan yang berarti. 

Keadaan ini membuatku minder ketika bergaul dengan orang lain. Sering aku menangis kepada Tuhan dalam doaku.
Tuhan, aku capek dengan semua ini
Aku lelah terus sakit , kenapa Kau memilih aku untuk menerima sakit ini? Aku ingin sembuh Tuhan !!

Malah terkadang aku berpikir Tidakkah Tuhan mendengar sedu sedanku tiap malam ? Tidakkah Tuhan mendengar doaku ini ?
Aku bertahan .... meski sulit. Aku tetap mencoba percaya dan terus berpengaharapan bahwa Muzizat itu ada , Muzizat itu nyata.  
Penyakitku itu kualami cukup lama . Dari SD sampai SMA kelas 2. Aku bertahan dan tidak terpuruk pada keadaan.  Aku belajar bersyukur pada Tuhan. Karena penyakit ini membuatku tidak sombong. Penyakitku membuatku lebih dekat dengan Tuhan.  

Aku terus berdoa. Tiada lelah berdoa meminta kesembuhan pada Tuhan Yesus. Aku dan Keluargaku percaya bahwa Tuhan Yesus Itu baik... sungguh sangat baik....
Sampai pada suatu ketika, aku menjadi sembuh. Bibirku menjadi sehat , tidak kering dan mengelupas lagi.  teman-temanku pun sering heran . Keluargaku juga kagum pada Tuhan Yesus yang menyembuhkanku. 

Dari kisahku ini, aku dan keluargaku semakin percaya pada Tuhan Yesus.
Ia penyembuhku...
Ia kekuatanku....
DOA adalah NAFAS HIDUP ORANG PERCAYA
BAGI TUHAN YESUS  TIDAK ADA YANG MUSTAHIL

Tuhan Yesus berjanji bahwa apapun yang kita minta dalam nama Nya , pasti akan kita terima, asalkan HATI KITA PERCAYA...!!!
semoga kisahku ini menguatkan mu ...  
Jesus Protect You
Gusti Yesus Mberkahi ! AMIN
                                                                                                                                       Yohanes 16:24

"Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. "

Jangan takut atau malu untuk bersaksi . G B U

Rabu, 13 April 2011

Kesaksian Didik Nini Thowok

Kesaksian Didik Nini Thowok


                       Sosok Didik Nini Thowok adalah sosok yang lekat dengan tarian humoris. Membawakan karakter perempuan dan gerak-gerak tarian yang " diplesetkan", Didik selalu berhasil membuat penontonnya tertawa terpingkal-pingkal. Setelah puluhan tahun belajar seni tari dari berbagai daerah, antara lain Jawa, Sunda, Bali, dan Jepang, kini Didik berhasil memadukan semua gaya itu menjadi tarian dengan gayanya sendiri yang khas dan humoris. Dengan kemampuannya itu Didik meraih sukses sebagai penari yang melintas batas budaya dan negara.
                      Penampilannya yang selalu mengundang kegembiraan itu tidak hanya dapat dinikmati di atas panggung tapi juga dalam hidup kesehariannya. Tawa renyah yang selalu dihadirkannya seolah membuat orang tidak percaya bahwa iapun pernah menderita. Padahal sebenarnya kehidupan lelaki kelahiran Temanggung, 13 November 1954 itu tidak tergolong berkelimpahan.
Terlahir sebagai Kwee Tjoen Lian yang kemudian diganti menjadi Kwee Yoe An karena sakit-sakitan, ia sulung dari lima bersaudara pasangan Kwee Yoe Tiang dan Suminah. Keluarga besarnya hidup pas-pasan. Ayahnya pedagang kulit sapi dan kambing yang bangkrut dan kemudian menjadi supir truk.
Ibunya membuka warung kelontong kecil-kecilan. Begitu seret rejeki keluarga ini sampai-sampai Didik kecil harus ikut bekerja membantu orang tuanya.
                      Meski dari segi materi tumbuh dalam keluarga yang berkekurangan tetapi Didik kecil selalu berkelimpahan dengan kasih sayang. Dalam kesempitan materi, ia menikmati masa kecilnya dengan bekerja, belajar, dan menonton berbagai kesenian, ketoprak, ludruk, dan wayang yang akhirnya mengasah rasa seninya.
Di masa itu, Didik bukan hanya belajar bekerja keras tapi juga belajar bersabar. Sejak kecil ia memang suka membawakan tarian yang lemah gemulai seperti perempuan, karena itu ia diejek oleh orang-orang sekitarnya, "Kamu ini anak laki-laki apaan sih? Kok menarinya seperti perempuan?".
Setiap kali diejek, ia menjadi sangat sedih. Ia hanya bisa diam, tidak membalas dan tidak mengadu pada orang tuanya. Ia hanya berdoa sambil menangis, "Tuhan, aku marah tapi aku tidak akan membalasnya. Aku yakin Kamulah yang akan membalaskannya untukku." Setelah itu, iapun menjadi lega dan malah lebih semangat berlatih menari. Baru bertahun-tahun kemudian doanya itu terjawab.
Dari pengalaman hidup, perlahan-lahan iapun memahami bahwa semua hal yang membuatnya sedih, kemiskinan, dan penghinaan hanyalah cara Tuhan mengajaknya bercanda. Ia menjadi yakin Tuhan tidak akan membuatnya sengsara sehingga ia lebih tenang dan pasrah menghadapi berbagai persoalan. Pemahamannya ini merupakan buah pengasuhan orang tua dan kakek neneknya yang cukup disiplin. Pendidikan dan kasih sayang mereka menjadikannya pribadi yang setia dalam doa, tegar, suka bekerja keras, dan berperasaan halus.
                           Semasa kuliah di ASTI ( Akademi Seni Tari Indonesia ), ketika Didik mulai mendapat honor dari pertunjukan dan melatih menari, ia ingin sekali membeli sepeda motor supaya tidak kelelahan mengayuh sepedanya kesana kemari. Sejak itu ia betul-betul berhemat. Setelah uangnya terkumpul Rp 200.000, ia sangat gembira, motor yang diidamkan terbayang di depan mata. Tiba-tiba ia teringat ibunya. Bergegas ia pulang ke Temanggung dan mendapati perut ibunya membesar karena kanker. Dengan uang Rp 200.000 itu, ia segera membawa ibunya ke Yogyakarta untuk dioperasi. Operasi itu berhasil baik dan ibunyapun sehat kembali. Didik sangat bahagia, tak secuilpun rasa kecewa menghinggapinya karena belum bisa mendapatkan sepeda motor. Bagi dia kesehatan dan kebahagiaan ibunya diatas segala harta yang bisa ia punya. Ia memahami, saat itu Tuhan memang hanya mencandainya karena selang beberapa tahun, Didik bukan hanya bisa membeli sepeda motor tapi bahkan mobil dan rumah.
Sedari kecil dengan berbagai cara Didik belajar bersyukur dan berdoa. Ia suka ikut kakeknya yang beragama Konghucu berdoa di kelenteng dan neneknya yang Kristen ke gereja. Kini ia adalah pengikut Kristen Protestan yang taat. Ia mengakui bahwa ia adalah laki-laki yang cengeng (mudah menangis) setiap kali berdoa. Sebenarnya ia ingin sekali rajin ke gereja tapi kesibukan yang sangat padat membuatnya sering tidak punya kesempatan untuk melaksanakannya setiap minggu. Untuk itu setiap ada kesempatan ia mengundang pendeta untuk mengadakan persekutuan doa di rumahnya. Dalam persekutuan doa itulah ia selalu terharu dan menangis saat memberi kesaksian akan kebesaran Tuhan yang telah ia alami.
Salah satu kesaksiannya adalah tentang rahasia kesuksesannya. Dengan mantap ia mengatakan " Ora et Labora ", dalam segala kesibukan saya selalu berdoa, dimanapun. Setiap kali akan manggung, saya selalu menyediakan waktu untuk berkonsentrasi, kemudian berdoa Syahadat Para Rasul, Bapa Kami dan Salam Maria dari buku doa pemberian Suster Leonie, kakak angkat saya. Tak lupa saya juga selalu mohon restu pada semua guru-guru tari saya yang telah almarhum.
                        Selama bertahun-tahun Didik sungguh-sungguh merasakan bahwa doa adalah kekuatan di balik semua kesuksesannya. Keyakinan ini membuatnya tidak berani sombong." Saya mengakui, ketika menari seolah-olah ada kekuatan di luar diri yang ikut menggerakkan dan menghiasi tubuh saya. Saya yakin, kekuatan saya sendiri tidak akan mampu menyelenggarakannya tetapi kekuatan itulah yang menjadikan tarian yang saya bawakan terlihat begitu indah dan memberi kegembiraan bagi banyak orang".
Menurut pengakuannya sudah ada banyak orang yang mengamini hal itu. Mereka bilang, ketika menonton Didik menari, mereka melihat pancaran aura yang sama sekali lain dari kesehariannya. Misalnya, dalam suatu pertunjukan seorang ibu melihat ada burung merpati mengelilingi Didik menari. Setelah pertunjukan rampung, ia langsung menelepon Didik menyatakan kekagumannya, " Proficiat, Mas! Tarianmu benar-benar indah, apalagi ada burung merpatinya ". Kaget juga Didik menerima komentar itu karena sebenarnya ia sama sekali tidak menggunakan burung merpati dalam tariannya itu.
Dalam suatu perjalanan ke luar negeri, tas Didik yang berisi passport, uang, kamera, dan dokumen berharga lainnya ketinggalan di kereta api.
Menurut staf KBRI yang dilaporinya tidak ada harapan tas akan kembali. Tentu saja Didik shock, tidak bisa makan dan tidur, tapi selang 2 hari setelah kejadian ia ditelepon oleh staf KBRI bahwa tasnya telah ditemukan. Ajaib juga, setelah diperiksa semua isinya utuh, ini pasti karena buku doa kumal pemberian Suster Leonie ada di dalamnya, Didik hanya bisa tertawa bahagia. Lagi-lagi Tuhan mengajaknya bercanda.
Dalam hidup Didik, ada begitu banyak mukjizat yang telah dibuat Tuhan. Dulu Didik masih berdebar-debar dan menangis sedih setiap kali menghadapi persoalan, tapi kini ia benar-benar tenang dan pasrah. Bagi Didik, Tuhan sering kali memberinya hadiah-hadiah yang tak terduga dan membuatnya bahagia. Pernah pada suatu tur kebudayaan di Eropa, karena perubahan jadwal yang tak terduga, ia tiba-tiba punya kesempatan berziarah ke Vatikan dan berdoa di Gereja St. Petrus dengan khusyuk, ia juga sempat ke Gunung Monserrat untuk mengunjungi Patung Bunda Maria Hitam.
                            Itulah Didik Nini Thowok yang kesuksesannya tak bisa dilepaskan dari ketekunannya berdoa. Semakin ia berdoa, semakin ia meyakini bahwa Tuhanlah satu-satunya kekuatan dalam hidupnya. Dengan demikian, ia tetap tidak sombong. Didik tetap hidup dengan sederhana di rumahnya yang sederhana di Jl. Jatimulyo, Yogyakarta, di pinggir sungai yang ditinggalinya sejak tahun 1980-an.
Kini, setelah semua cita-cita masa kecilnya terwujud, ia hanya ingin bersyukur dan bersyukur. Untuk itu ia berbagi kebahagiaan dengan mendirikan yayasan yang menyantuni biaya pendidikan 60 anak. Dan di usianya yang ke-50, kebahagiaannya semakin lengkap ketika ia boleh mengasuh seorang bayi laki-laki yang ia beri nama Aditya Awaras Hadiprayitno, setelah menantikan selama bertahun-tahun.
Menjadi saksi kebesaran Tuhan atas dirinya, ia hanya bisa berkata, "Saya percaya, kesuksesan dan kebahagiaan saya adalah jawaban Tuhan atas semua doa-doa saya. Bahkan sekarang tidak ada lagi yang bisa menghina saya karena menarikan tarian perempuan. Ya, Tuhan memang selalu menguji saya sampai batas waktu terakhir, sampai-sampai, setiap kali saya berdoa, saya tidak tahu lagi apakah saya harus menangis atau tertawa. Memang, Tuhan itu suka bercanda."

"Love is life and life is love,you must first love yourself before you can give love freely and anyone can love you." by patti quinn "The Irish Poet"

diambil dari sumber  :   artikel.sabda.org
                                   www.gbialetheia.com/wp-content/uploads/2011/03/JesusBaptism.jpg

Alkitab itu Menyehatkan

Penulis : Mang Ucup

                       Berdasarkan riset dari Prof Dr Jeffrey Leven dan Dr David Larsen (Washington Times, 30 Juli 1996), dilaporkan bahwa apabila orang membaca Alkitab secara teratur, ini bukan saja baik bagi jiwanya, tetapi juga baik bagi tubuhnya. Mereka melakukan penelitian terhadap lebih dari 500 orang, selama berbulan-bulan. Ditemukan bahwa pada mereka yang membaca Alkitab secara teratur:

  • mempunyai tekanan darah lebih rendah

  • tingkat depresi lebih rendah

  • lebih sedikit penderita penyakit jantung

  • jarang yang kecanduan obat maupun alkohol

  • jarang terjadi perpecahan dalam perkawinan

  • tingkat kesehatannya jauh lebih baik Dan berdasarkan laporan dari Religion in American Life, para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering membaca Alkitab, mempunyai kemungkinan 50% jauh lebih banyak untuk menolak obat-obatan yang terlarang, daripada mereka yang tidak pernah membaca Alkitab. Di samping itu di tempat pekerjaan mereka, mereka memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi di atas rata-rata.
    Di penjara "Lewes Remand Prison" di Inggris, pendetanya telah berhasil menobatkan sekitar 600 orang napi, setelah mereka membaca Alkitab selama berbulan-bulan. Mereka memberikan kesaksian "Bahwa Alkitab itu ternyata lebih baik daripada nyetun!"
    Suatu malam di tahun 1989 dua orang salesman keliling, John Nicholson dan Samuel Hill, bertemu di sebuah hotel. Dalam percakapannya ternyata mereka mempunyai gagasan yang sama, yakni alangkah baiknya apabila ada Alkitab di dalam kamar hotelnya. Oleh sebab itulah akhirnya mereka berdua bersama seorang rekan lainnya lagi, WJ Knight, membentuk satu yayasan untuk menyalurkan Alkitab ke hotel-hotel. Yayasan mereka diberi nama "Gideon."
    Nama Gideon diambil dari Kitab Hakim-Hakim 6 & 7. Mereka bukan saja menempatkan Alkitab di hotel-hotel, melainkan juga di rumah sakit, penjara maupun gedung-gedung asrama lainnya. Hampir di seluruh Hotel di Eropa maupun di USA, Anda akan selalu menemukan Alkitab dari Gideon di laci kamar hotel Anda. Pada saat ini Gideon menyalurkan dan membagi-bagikan lebih dari satu juta jilid Alkitab perminggu ke seluruh mancanegara.
    Dengan ini saya akhiri oret-oretan saya mengenai Alkitab. Melalui oret-oretan ini sebenarnya saya ingin mengajak para pembaca untuk merenungkannya sejenak arti dan makna dari Alkitab dalam kehidupan Anda sehari-hari, sambil bertanya apakah benar Alkitab ini bermanfaat bagi saya? Berapa jauh saya membutuhkan Alkitab dalam kehidupan saya sehari-hari?
    Jangan kita membaca Alkitab tanpa kita sendiri menyadari untuk apa makna dan manfaatnya, seperti juga kalau tiap hari kita menelan obat atau vitamin, tanpa kita sendiri menyadari untuk apa. Mungkin motivasi makan obat tersebut akan lenyap apabila kita tidak tahu untuk apa kita memakan obat tersebut. Begitu juga dengan membaca Alkitab, tetapi kebalikannya kalau kita menyadari manfaat dari firman Allah tersebut, maka kita akan memiliki motivasi yang jauh lebih besar untuk membaca Alkitab.

    Sumber     :     http://artikel.sabda.org/alkitab_menyehatkan